Tantangan Pelawak Saat Ini Dibandingkan Dulu

https://www.medcom.id/hiburan/selebritas/Obz4YVeK-tantangan-pelawak-saat-ini-dibandingkan-dulu

Jakarta: Komedian atau pelawak merupakan profesi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan tertentu di balik humor mereka. Pelawak Dedy Gumelar alias Miing mengatakan, pelawak dari zaman yang berbeda memiliki tantanganya masing-masing.

“Ada dua perspektif kalau saya lihat. Pertama, dari sisi humor, dahulu orang juga hidupnya sulit atau tidak sulit sama saja. Akan tetapi dulu lebih mudah tertawa, karena akses medianya lebih rendah,” tutur Miing dalam sarasehan Indonesia Darurat Humor! oleh ihik3, Selasa (21/12/2021).

Pada zaman dahulu, tidak ada YouTube. Tentu teknologi menghadirkan perbedaan untuk para pelawak.

Sebab, kata Miing, pelawak zaman dahulu menyampaikan satu atau dua anekdot dapat menghasilkan uang dengan mengitari seluruh Indonesia. Berbeda pelawak di era modern, dituntut untuk selalu kreatif.

“Karena kita baru cerita, orang sudah menonton YouTube. ‘Sudah pernah,’ kata penonton. Lalu dahulu kita hanya anekdot, sekarang divisualkan sama orang, dibuat naskahnya walaupun enggak lucu juga,” bebernya.

“Kalau perspektif politiknya, misalnya salah satu indikator kecerdasan dan kedewasaan masyarakat, ukurannya bisa dari humor. Kalau humornya maju, negara itu maju. Kalau olahraganya maju, itu negaranya maju,” tambahnya.

Menurutnya, ada dua instrumen yang bisa membentuk watak dan karakter suatu bangsa. Keduanya ialah olahraga dan kesenian.

“Bukan matematika. Makanya penyesatan tentang persepsi pendidikan itu adalah membedakan kasta bahwa anak IPA lebih hebat dari anak IPS. Itu keliru banget. Semua hebat, hanya potensinya yang berbeda,” ucapnya.

Sementara itu, ihik3 (Institut Humor Indonesia Kini) adalah lembaga yang serius dan professional dalam mengelola humor serta perpustakaan humor pertama di dunia, The Library of Humor Studies. Podcast ihik3 ada di Podme, yang merupakan podcast obrolan Yaser, Novri, dan Ulwan, yang tak hanya lucu, tetapi juga bermuatan kajian humor, karena humor itu serius.

(ELG)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Copyrights 2019 | IHIK