Pentingnya Humor dalam Dunia Kerja

BEGITU banyak hal dalam kehidupan kita yang ketika dilihat dari sudut pandang yang berbeda ternyata mengandung humor, termasuk dalam kehidupan di dunia kerja. Humor dalam keseharian para pekerja profesional di lingkungan perkantoran. Hal itulah yang berusaha dibahas dan diangkat menjadi premis utama dari buku berjudul Humor at Work yang diterbitkan Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3). Buku tersebut ditulis tujuh penulis yang namanya sudah tak lagi asing di dunia sastra Indonesia. Mereka ialah Seno Gumira Ajidarma (SGA), Maman Suherman, Danny Septriadi, Josef Bataona, Novrita Widiyastuti, Yasser Fikry, dan Ulwan Fakhry. Masing-masing berkontribusi menyumbangkan beberapa tulisan yang berkaitan dengan humor di dunia kerja, dari esai yang bersifat akademis hingga tulisan populer berdasarkan pengalaman para penulis membudayakan humor di dunia kerja yang mereka jalani.Seno mengatakan dibutuhkan waktu dua tahun bagi mereka menyelesaikan proses penulisan hingga penerbitan buku tersebut. Itu membuktikan apa yang mereka tulis bukan sekadar ocehan tanpa analisis mendalam yang kaya akan referensi. “Referensinya sampai ratusan buku tentang humor. Karena inisnya bukan dalam arti pedoman atau teknik melawak supaya orang tertawa. Buku ini lebih jauh berisi hal-hal tentang bagaimana untuk memberdayakan humor di dunia kerja,” ujar Seno dalam peluncuran Humor at Work secara virtual, Jumat (19/8).Ia berpendapat, membudayakan humor dalam dunia kerja merupakan hal penting, tapi tak banyak disadari oleh para insan di dalamnya. Umumnya dunia kerja hanya berfokus pada tujuan yang berputar di persoalan efisiensi dan perolehan materi. Banyak di antara mereka yang lupa bahwa menjaga kewarasan demi mewujudkan lingkungan yang menyehatkan secara fisik dan psikis juga penting untuk diupayakan.“Humor di kantor menjadi penting untuk menjaga kebahagiaan setiap orang di dalamnya. Itu juga bisa mendorong kemajuan sebuah perusahaan,” ucap Seno.Menurutnya, ia dan para penulis buku tersebut menyadari bahwa humor bukan hal yang bisa bertumbuh tanpa upaya untuk membudidayakannya. Khususnya di dunia kerja yang cenderung serbaserius, perlu strategi khusus untuk bisa membuat lingkungan kerja lebih terbuka terhadap berbagai humor yang menyegarkan.“Humor harus disadari dan diberdayagunakan. Buku ini jadi panduan untuk melakukan itu. Buku ini akan penting untuk banyak aspek di kantor, khususnya bagian sumber daya manusia seperti HRD,” tutur Seno.Diungkapkan Seno, Humor juga merupakan sebuah hal yang memiliki seni dan ilmunya. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya literatur dari berbagai negara dunia yang membedah berbagai hal tentang humor, dari humor di dunia politik, keseharian, hingga humor di dunia kerja.“Begitu banyaknya buku yang jadi referensi sebenarnya jadi tanda kalau orang-orang sudah menyadari pentingnya memberdayakan humor. Meski memang sejauh ini yang memberdayakan dan membuat buku-buku bersifat praktis tentang humor baru dari negara yang sudah maju,” tutur Seno.Berbagai literatur dan penelitian juga menyebutkan bahwa selera humor seseorang berkaitan dengan kecerdasan orang tersebut. Mereka yang memiliki selera humor tinggi dan dapat menemukan unsur humor dalam banyak hal di kehidupannya umumnya memiliki daya kritis dan logika berpikir yang lebih cemerlang.Editor Humor at Work, Ardi Yunanto, mengatakan buku Humor at Work berisi setidaknya tiga bagian utama yang memudahkan pembaca memahami berbagai hal tentang humor dalam dunia kerja. Pertama, pembaca akan diajak untuk memahami lebih jauh mengenai pentingnya humor dalam dunia kerja.Pada bagian kedua, pembaca akan diajak untuk melihat langsung bagaimana para penulis berhasil membuat lingkungan kerja mereka lebih menyenangkan dan berkesan dengan membudidayakan humor di kesehariannya. Hal itu akan dihadirkan lewat cerita-cerita jenaka berdasarkan pengalaman nyata para penulis.Bagian terakhir, pembaca akan diajak lebih dalam memaknai humor sebagai hal yang harus diberdayakan dengan tepat dan cermat. Hal itu penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman karena humor yang dilontarkan.“Dihadirkan tulisan yang menjelaskan humor yang sebenarnya perlu dicermati agar ibaratnya tak menimbulkan kebakaran dalam dunia kerja. Bagaimana menjaga agar humor tetap adil dan beradab dengan mengedepankan akan sehat,” ujar Ardi.Contohnya ialah bagaimana memilah hal apa yang dapat dijadikan sebagai gurauan dan yang harus dihindari karena merupakan area sensitif. Salah satunya ialah tentang candaan berbau seksualitas yang berpotensi menjadi pelecehan bagi subjek humor tersebut.Novrita mengatakan humor tak jarang berada pada area yang bersifat abu-abu. Dengan kata lain diperlukan kecerdasan berpikir dan rasa saling menghargai antarsetiap orang ketika akan melontarkan humor.“Harus ada kesepakatan bersama. Sama-sama merasa bahwa itu adalah sesuatu yang biasa saja atau melanggar. Batasannya sangat tergantung dengan value atau budaya perusahaan itu sendiri serta orang-orang di dalamnya,” ujar Novrita. Di buku tersebut juga terdapat bagian yang membahas bagaimana sebaiknya seseorang merespons humor yang dilontarkan koleganya di dunia kerja. Dengan begitu, humor bisa terjalin dua arah dengan seimbang tanpa saling menyakiti.“Ada bagian yang membahas bagaimana caranya agar tidak baper (terbawa perasaan) ketika bercanda saat kerja, juga pembahasan tentang apa saja yang masuk kategori humor perundungan yang sebaiknya dihindari,” ujar Novrita.Dengan berbagai hal terkait dengan humor di dunia kerja yang dihadirkan para penulis, Humor at Work dapat menjadi pedoman bagi banyak unsur di dunia kerja yang membutuhkan penyegaran suasana, baik bagi para penanggung jawab bagian sumber daya manusia maupun bagi setiap orang yang merasa jengah dengan keseriusan nan membosankan di lingkungan kerjanya.______________________________________________________________________________________ Judul : Humor at WorkPenulis : Seno Gumira Ajidarma, Maman Suherman, Danny Septriadi, Josef Bataona, Novrita Widiyastuti, Yasser Fikry, dan Ulwan FakhryPenerbit : Institut Humor Indonesia Kini (ihik ihik ihik)Tahun : Juli 2022

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/weekend/519765/xxxx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyrights 2019 | IHIK