Institut Humor Indonesia Kini (IHIK)

Kajian Humor Indonesia dan Mancanegara

Humor in de Kantor

Humor in de’ Kantor

Catatan pelaksanaan training “Humor at Work” di BPR Perdana

IHIK3.JAKARTA – Selama  ini, training yang dilakukan oleh perusahaan seringkali terkait kemampuan teknis (hard skills) belaka. Kemampuan soft skills seringkali terlupakan, bahkan sama sekali tidak pernah diberikan. Akan tetapi ada hal berbeda yang terjadi di BPR Perdana yang berlokasi di Cimanggis Depok, pada tanggal 19 Mei 2018 kemarin. Bedanya adalah karena Institut Humor Indonesia Kini (Ihik3) diberi kesempatan untuk memberikan pelatihan implementasi humor di tempat kerja (Humor at Work) kepada para pimpinannya.

Agar lebih efektif dan tepat pada sasaran, maka pelatihan dibagi meniadi 3 tahap, yaitu 1) Assessment, untuk menggali kebutuhan humor yang diinginkan, 2) Pelatihan, dengan materi yang disesuaikan dengan hasil assessment, 3) Evaluasi, untuk mengetahui hasil dari pelatihan.

image1

Tahap pertama adalah assessment dengan melakukan pemetaan sense of humor dan kebutuhan humor dari para pimpinan dan karyawan di BPR Perdana. Assessment dilaksanakan pada tanggal 16 April 2018 dengan cara focus group discussion (FGD), yang menggali informasi dengan melibatkan para pimpinan termasuk Pak Ricardo Simatupang sebagai Direktur Utama dari BPR Perdana. Sementara diparuh kedua, FGD dilakukan bersama para karyawan. Kedua diskusi tersebut tentunya selain untuk mendapatkan semua masukan terkait humor juga untuk mendapatkan informasi penting seperti siapa saja Humor Transmitter yang ada di internal BPR Perdana. Humor transmitter adalah orang yang dianggap lucu sehingga selalu membawa suasana ceria di kantor. Posisi humor transmitter sangat penting didalam pelaksanaan “Humor at Work”, karena melalui merekalah penempatan humor dalam bekerja bisa berjalan dengan baik. Setelah itu, para pimpinan yang nantinya akan menjadi peserta pelatihan diminta untuk mengisi kuesioner untuk mengetahui humor style dari masing-masing individu. Fakta dan data tersebut penting untuk digali dari internal BPR Perdana karena semua hasil FGD dan kuesioner akan menjadi dasar pembuatan materi pelatihan. Hasil pemetaan sense of humor tadi kemudian dielaborasi termasuk mencari rujukan dari koleksi buku-buku milik Ihik3 yang ada di “The Library of Humor Studies” untuk mempertajam materi yang akan disampaikan.

image2

Setelah melakukan elaborasi data dari FGD dan kuesioner, lalu tahap kedua yaitu melakukan kegiatan pelatihan di kantor BPR Perdana yang berada di Cimanggis Depok. Pelatihan dimulai tepat oukul 9 pagi yang diawali dengan pemaparan hasil assessment yang dilakukan sebelumnya dengan judul“Menembus Batas Humor”. Dalam paparannya, Novrita selaku CEO dari Ihik3 menyampaikan data olahan hasil assessment kepada peserta pelatihan. Setelah paparan hasil assessment, pelatihan dilanjutkan dengan “Pengantar Humor” oleh Yasser selalu CCO dari ihik3 yang memberikan ilustrasi kepada peserta pelatihan mengenai apa itu humor, baik dari penamaan maupun manfaat, serta kaitannya dengan aktifitas pekerjaan di kantor. Di paruh ketiga pelatihan, Danny Septriadi selaku Founder Ihik3 memberikan pemaparan tentang Humor Quotient dan pengalaman penggunaan humor di dalam bidang pekerjaan yang sama sekali tidak punya kaitan langsung dengan humor. Setelah itu, pelatihan direhatkan sejenak untuk memberikan waktu sholat. Pada pukul 12.30, pelatihan kembali dilanjutkan dengan materi inti yaitu “Berkawan dengan Humor”. Di dalam materi ini, dijelaskan bagaimana penggunaan humor dalam kaitannya dengan interpersonal humor, leadership humor, public speaking menggunakan humor serta penggunaan humor karyawan ke pimpinan. Tentunya pelatihan ini juga memberi kesempatan kepada peserta pelatihan untuk langsung mempraktekkan ilmu yang didapat,dipadukan dengan materi humor yang dekat dengan diri mereka.Pelatihan yang berjalan kurang lebih 6 jam ini berlangsung santai dan penuh tawa. Puasa Ramadhan yang baru berlangsung di hari ke-3 menjadi tak terasa lama.

image3

Tahap ketiga dari pelatihan ini, yaitu evaluasi akan dilaksanakan 1 bulan setelah tahap kedua dilaksanakan, dengan kembali melakukan FGD dan wawancara kepada pimpinan untuk melihat perkembangan sebelum dan sesudah pelatihan dilaksanakan.

Pelaksanaan pelatihan “Humor at Work” di BPR Perdana membuktikan bahwa humor hadir bukan untuk mengurangi kewibawaan, bukan juga sebagai virus pengganggu dinamika pekerjaan apalagi biang keladi ketidakseriusan. Humor hadir justru sebagai pelumas komunikasi untuk melancarkan interaksi antara karyawan dan pimpinan, sebagai pelentur kekakuan yang menghantam ketegangan dan yang paling penting humor adalah oase kesegaran di tengah tuntutan pekerjaan dan beban target tahunan. Di sisi lain, penggunaan Humor at Work adalah Konsensus Kesepahaman Kolektif yang artinya penggunaannya harus melibatkan semua pihak di dalam perusahaan sehingga pelaksanaannya tidak bertepuk sebelah tangan dan untuk itu Ihik3 menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Ricardo selaku Direktur Utama BPR Perdana karena ide pelatihan ini datang justru langsung dari beliau yang menginginkan training yang berbeda dari sebelumnya sering dijalankan, seperti: analisis laporan keuangan, leadership dsb., Ini merupakan bukti bahwa beliau adalah seorang pemimpin yang visioner dan out of the box. Salam ihik ihik ihik (YaF)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30 Juni 2018 by in Home and tagged .
%d blogger menyukai ini: