Institut Humor Indonesia Kini (IHIK)

Kajian Humor Indonesia dan Mancanegara

Arswendo Ingin Tularkan Humor Bergizi

wendo-ndo

Arswendo Ingin Tularkan Humor Bergizi

Bisnis.com Sabtu, 10/09/2016

Makna utama dari peristiwa humor adalah membawa pesan demi kebaikan bersama. Namun, beberapa tahun belakangan, makna ini mulai memudar dengan panggung humor Tanah Air yang hanya mementingkan rating, tanpa memerhatikan isi pesan dan nilai.

Arswendo Atmowiloto, pengarang dan pengamat kebudayaan, merasa mulai ada yang hilang dari peristiwa humor ketika jenis komika ala stand up comedy yang kini merajalela. Menurutnya, jenis humor ini memang renyah, tetapi bisu terhadap kadaan sosial. Dia menyebutnya humor kurang gizi.

Humor kurang gizi biasanya tampil asal lucu mengundang tawa dan tepuk tangan penonton. Beberapa dari sekian banyak contoh materi humor tersebut seperti, memuja perempuan cantik, mem-bully yang dianggap tidak cantik atau mereka yang sudah tua, atau memelesetkan nama selebriti ternama.

Hal ini disampaikannya saat menutup Simposium Humor Nasional: Humor yang Adil dan Beradab di Mall Of Indonesia Jakarta. Simposium Humor Nasional diselenggarakan oleh Institut Humor Indonesia Kini (Ihik) dan Perhimpunan Pecinta Humor (Pertamor).

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan tradisi humor Indonesia berupa seni lawak yang diwariskan melalui wayang dengan tokoh Panakawan, terutama Semar. Tidak hanya mengundang tawa, tokoh Semar mengingatkan pada peristiwa humor yang membawa pesan demi kebaikan bersama. Pesan kebaikan dan nilai-nilai juga tertuang dalam lakon lain seperti, Semar Papa, Semar Kuning, dan Semar Mesem.

Di Indonesia, tradisi humor Panakawan dapat disaksikan pada grup lawak Bagito yang pernah naik daun di era 1980-an dan 1990-an. Bagito adalah contoh grup lawak yang tetap kritis. Tradisi serupa juga sedang diupayakan Cak Lontong yang sesekali lucu, tetapi juga sesekali menyuarakan kritik.

Arswendo berharap dapat mengajak para pelaku lawak untuk kembali pada humor yang sarat tata nilai dan kritik.

“Begitu banyak kisah Semar atau para Panakawan, tetapi begitu sedikit yang mau melihat untuk belajar,” paparnya.

Simposium Humor Nasional diselenggarakan oleh Institut Humor Indonesia Kini (Ihik) dan Perhimpunan Pecinta Humor (Pertamor). Beberapa tokoh hadir memaparkan pandangan mereka seperti, Wirma Witoelar, Jaya Suprana, Deddy ‘Mi’ing’ Gumelar, Sys Ns, dan Sarlito Wirawan Sarwono, Rocky Gerung, Pipiet R Kartawidjaja, dan lain lain.

Adapun pelaku lawak yang turut hadir seperti, Maman Suherman, Kiwil. Hadir pula sastrawan Agus Noor, Seno Gumira Ajidarma.

Laporan: Azizah Nur Alfi —  Editor: Nancy Junita

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 13 November 2016 by in Comedy, Home, Joke, Laughter, Satire and tagged .
%d bloggers like this: