Terbaru

Serunya Perburuan Majalah HumOr

Tekad ihik3.com untuk dapat mengoleksi seluruh edisi Majalah HumOr – versi TEMPO Group, sebelumnya Majalah HUMOR milik Selecta Group – ternyata membuahkan hasil. Masih jauh dari lengkap memang, namun dengan terkoleksinya 67 eksemplar, meski nomor edisi acak, merupakan tanda-tanda bahwa mengumpulkan seluruh edisi ( edisi nomor 1: terbit 10-23 Oktober 1990) dan edisi akhir nomor 5: terbit Mei 1997) berkemungkinan terwujud. Penggunaan nomor urut diubah dari edisi nomor 1 hingga 149 (bulan Desember 1996 – selanjutnya pada Januari 1997 menggunakan nomor 1 lagi).

Patrio-akhirpake

Pertengahan tahun 1996, setelah penyerahan Pemimpin Umum dari H. Mahtum Mastoem ke Imam Baskoro, diwacanakan Majalah HumOr berwaralaba pada Majalah MAD, Amerika Serikat. Saat itu, belum satu majalah pun di Indonesia yang punya gagasan untuk membeli franchise dari majalah asing. HumOr sudah punya tekad ke arah sana. Surat permohonan pun dilayangkan ke Penerbit MAD.

Tak sampai setengah bulan, MOU pun datang dari Penerbit MAD yang isinya berlembar-lembar dan cukup tebal. Berminggu-minggu awak penerbit Majalah HumOr sibuk mempelajari dan mendiskusikannya. Persyaratannya sangat banyak dan rumit, di antaranya menyangkut masalah-masalah yang sangat esensial dan fundamental, yang itu semua membuat Pemimpin Umum berpikir ulang.

Akhirnya setelah mempertimbangkan masak-masak, terutama menyangkut “akidah” yang tak terakomodasi, Pemimpin Umum mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan niatnya.

Upayanya kemudian adalah HumOr perlu diubah logonya, pola penyajiannya (full gambar/komik/kartun, dan lain-lain) tentu saja setelah melakukan hearing ke agen-agen, konsultasi ke sejumlah ahli, perusahaan periklanan dan seterusnya; maka sejak edisi nomor 145 terbit bulan Oktober 1996, logo HumOr resmi tampil berubah dan menggunakan logo HUMOR yang pola grafisnya merujuk pada Majalah MAD.

Baronpake

Edisi logo gaya baru tersebut menampilkan head line di cover: Baronk van Munthilan. Cover story lainnya: Independence Deh, Merdeka Boleh Kagak Juga Boleh, Perang Teluk Part II, Bagdad Balas Dendam dan Hang Tuah Beraksi Lagi.

Perburun HumOr yang 67 eksemplar memang baru menyentuh beberapa nomor saja. Pada periode pertama telah dikoleksi HumOr edisi nomor: 20, 21, 22, 23, 25, 26, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 39, 43, 54, 60, 62, 72, 73, 89, 91, 96, 101, 112, 114, 128, 131, 133, 137 (seharusnya 29 nomor bukan 30). Perburuan kedua berhasil dikumpulkan HumOr nomor: 36, 41, 51, 52, 55, 58, 59, 61, 65, 68, 70, 75, 76, 79, 83, 86, 94, 97, 99, 100, 103, 107, 109, 110, 111, 115, 116, 120, 122, 124, 126, 134, 135, 136, 139, 142, 143, 147 (38 nomor). Sehingga total majalah yang terkoleksi sejumlah: 67 nomor.

Perburuan masih tetap dilanjutkan. Begitu banyak bantuan dari rekan-rekan, teristimewa bantuan riset dan perburuan dari rekan Nassirun Purwakartun, penulis novel seri “Arya Penangsang” yang juga seorang kartunis dan pencinta humor. Mudah-mudahan ke depan nanti nomor-nomor edisi yang belum terkoleksi dapat melengkapi rak buku ihik3.com.

 Hang-Tuahpake

Comments (2)

  • Maulana 12/03/2019 at 8:07 am Reply

    Assalamualaikum….
    Saya lagi cari majalah humor edisi wawancara Gus Dur….1990-an
    Saya butuh buat riset humor Gus Dur…

    • ihik ihik 13/03/2019 at 4:08 pm Reply

      Wa alaikum salam… sepertinya ada, tapi kami bongkar dulu ya koleksi kami?
      akan memudahkan dalam pencarian apabila ada cover majalahnya, bila ada gambarnya, mohon kirimkan fotonya ke email: ihik3@yahoo.com
      Terima kasih dan salam ihik ihik ihik…

Leave Your Comment

Your email address will not be published.*